adil..

karena gua gapernah tau,
rasanya bakal sesepedih ini
sekalipun gua udah mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk
walaupun gua udah menjaga hati untuk tidak terbuai

tapi, hei
gua engga ingin terus menyangkal
karena gua tau belum bisa kasi harapan
meskipun hati gua berkata sebaliknya
meskipun hati gua udah jadi korban juga

karena gua mungkin bermain dengan waktu
entah kapan, akan ada kata jujur
entah kapan, gua kasih kesempatan untuk diri sendiri
untuk belajar memberi harapan
yang entah sampai kapan jadi bagian dari diri gua yang menyedihkan

karena gua selalu ingin bermain di zona nyaman
tempat gua merasa aman
tapi gua baru tau,
sekalipun zona nyaman ingin melihat gua bertumbuh dewasa
keluar dari zonanya bukan pilihan,
tapi merupakan takdir
memberikan harapan adalah kewajiban
merasakan harapan adalah kebutuhan
dan dunia, butuh gua untuk jadi si pemberi dan penerima
akan adilkah semua ini?

Comments

Popular Posts