Petir

gua tau ada rasa kecewa terlukis jelas lewat sorot matanya
bukan lewat ekspresinya,
karena dia pengen gua tetep percaya kalo dia baik-baik aja

tapi gua terlalu bodoh karena membuat dia kecewa,
terlalu peka untuk bisa melihat kekecewaan itu,
yang berubah menjadi rasa takut kehilangan dirinya

dulu gua merasa terganggu,
lantas sekarang gua menggantungkan harapan
apa yang akan terjadi jika gangguan pada akhirnya memilih pergi?

gua hanyalah manusia yang ragu
antara harus memulai sesuatu yang gua takutkan
atau memilih tetap berada di bawah naungan

gua masih belum siap untuk segala kemungkinan
tapi petir rasanya sudah mengetuk kaca rumahku
mau tak mau, ku harus siap menghadapinya

Comments

Popular Posts