Kejar Tangkap

Kadang aku bertanya-tanya,
tentang keberuntungan di hidupku.
Waktu, Semesta, dan Tuhan,
yang berhasil mempertemukan aku dan kamu.
Aku si cuek,
dan kamu si pantang menyerah.
Butuh waktu cukup lama untuk mendapat perhatianku,
kau buatku merasa nyaman,
lantas ku mabuk kepayang.

Tapi pada akhirnya,
semua perihal waktu.
Cerita aku dan kamu memudar,
bahkan saat belum sempat memulai kisah "kita".
Aku hanya bisa berbisik dalam sunyi.
Bertanya-tanya apakah ini hanyalah ilusi.
Bertanya-tanya kemanakah tujuanmu sebenarnya.

Lantas,
seiring dengan kepergianmu.
Aku belajar tentang arti hidup,
bahwa aku yang kini tetap berlari,
meskipun kau tak lagi mengejar,
masih mampu mengenangmu dalam bisu.
Ragamu ada,
tapi jiwamu tak lagi tertuju padaku.
Matamu menatapku,
tapi bukan aku lagi objek perhatianmu.

Perlukah aku menjadi cenayang untuk tau isi pikiranmu yang sebenarnya?

-dari aku yang berharap kamu mencariku lagi

Comments

Popular Posts