Siklus?

Dan ngga jarang banyak pertanyaan "Apa kabar?"
Yang berakhir dengan jawaban tanpa rasa
Semata-mata karena pernah kecewa
Bukan sekali atau dua kali lagi
Tapi berkali-kali
Sampe akhirnya berakhir pada rasa tidak peduli

Oh, jangan katakan bahwa tak ada usaha dari semua pihak
Tentunya kami sudah bicara sejujur mungkin harapku
Tapi lihat saja, akhirnya kami malah memilih berpegang pada ego masing-masing
Yang kalau ditanya akhir ceritanya "Bagaimana?"
Cuma akan bisa diwakili sama senyum tipis sebagai jawaban
Ngga jarang dilengkapi juga sama tatapan kosong menatap kembali masa lalu
Ah klasik

Akhirnya atau mungkin bisa dibilang perjalanan menuju akhir
Karena nyatanya hubungan kami jelas lah merenggang
Mengerat hanya ketika diperlukan
Yang bekasnya bisa kau lihat dan ingat
Lagi dan lagi
Tapi bagaimana untuk mengulanginya?
Hahaha kau pasti bercanda ya?

-saat ketika mereka bilang akan menunggu kesempatan selanjutnya adalah saat di mana mereka mengakui kekalahan mereka dan aku hanya bisa menatap menghembuskan napas lega yang sedari dulu kutahan, kami akhirnya menyerah...

Comments

Popular Posts