Momentum
"Hey, apa kabar?"
Tanyaku pada langit biru, lawan bicara ku siang ini
Sembari menikmati angin dari atas jembatan yang rasanya telah lama sekali kurindukan
"Kapan ya semua ini selesai?"
Lagi-lagi ku bertanya pada langit biru
"Apakah jika nanti telah tiba saat yang tepat, aku bisa bercakap sesuka hati seolah tanpa rasa? Atau malahan memupuk rasa?
Tapi kapan ya saat itu?
Saat ketika tidak perlu takut lagi dengan kenyataan,
Tidak perlu merasa bersalah karena melakukan kesalahan
Yang pastinya semua orang juga lakukan,
Saat ketika mendengarkan kembali menjadi menyenangkan
Diikuti dengan celoteh tanggapan berusaha menghangatkan,
Apalagi saat ketika bisa jadi diri sendiri tanpa peduli komentar negatif orang lain.
Yang ku tahu betul
Melepas tak selamanya menyakitkan
Karena rasanya usaha untuk mengikatnya tetap di tempat semula
Ternyata lebih parah menimbulkan bekas luka
Yang bisa diingat setiap malam sebelum tidur atau kapanpun dia ingin menggodamu
"Hey kasih janganlah pergi"
Sebesar apapun kasih mu akan lebih baik jika bisa mengasihi tanpa luka
Yang kau tahu itu sedikit tidak mungkin
Tapi setidaknya kau bisa percaya pada kata "sedikit" itu
Sama ketika kau percaya pada mimpi mu yang akan menjadi nyata
Hari ini aku berjumpa dengan banyak orang mengagumkan dalam hidupku di mimpi
Rasanya lucu dan menyenangkan sekali
Seolah-olah ini hadiah ulang tahun bagiku, karena hanya datang sekali setahun
Terlalu jarang, tapi tak apa
Setidaknya ku tahu aku tak sendiri
Masih ada orang yang tetap merajut harap padaku
Sekalipun masih banyak juga harap yang ingin melemahkan
Tapi kapan ya saat yang tepat itu
Ada orang yang bilang daripada menunggu saat yang tepat
Ada baiknya diciptakan saja saat yang tepat itu
Ada benarnya dan senantiasa jadi pengingat
Setiap kali berusaha melakukan sesuatu yang baru
Kalau ada kesempatan, mengapa tidak dicoba dulu?
Toh masih banyak hal yang bisa disyukuri
Dan entah sampai kapan rasanya manusia tak akan pernah puas, ironis"
Pertanyaan ku terlalu banyak ya, rumit rasanya menerangkan kata pikiran dan kata hati
Kemarin, hari ini, dan nanti
Sudah dulu ya, nanti ku mampir lagi
Siapa tahu di kesempatan kita berjumpa aku sudah mewujudkan "momen-ku"
Jadi semoga kamu tetap bersabar ya.
Comments
Post a Comment